Gak sengaja tadi nonton sekilas acara “By Request” di SCTV. Ada seorang penonton yang bertanya kepada Arman Maulananya GIGI,”Kang Arman, ini kan mau pemilu, menurut kang Arman, pemimpin yang bagaimana yang harus dipilih ?”. Lantas Arman menjawab, “Pilihlah pemimpin yang budiman, yaitu pemimpin yang minimal dengan terpilihnya…ya…gak ada apa-apalah”.
He…he..he.. iya bener Man…pemimpin yang budiman….yaitu yang berbudi preman.…karena preman….pastinya kudu nyetor ke bosnya preman lagi…sampai akhirnya di negara ini betul-betul gak ada apa-apa lagi…habis semuanya…gak ada minyak bumi lagi…gak ada emas lagi, gak ada hasil laut lagi, gak ada hutan lagi, gak ada air lagi, gak ada lagi pendidikan dan pelayanan kesehatan murah, …dan gak ada moral lagi.
Kalo anda percaya adanya surga dan neraka…hati-hati dalam menggunakan hak pilih. Sing aman…yo pilih GOLPUT….memangnya para pemimpin yang sudah dipilih itu, yang tidak amanah dan menzalimi rakyat itu bisa membela kita kelak di akhirat ?
Enggak lah yauw…tiap diri bertanggungjawab atas tiap perbuatannya sendiri-sendiri…ya termasuk perbuatan memilih dalam PEMILU.
Mei 18, 2009 pukul 9:16 am |
Kalo anda percaya adanya surga dan neraka…hati-hati dalam menggunakan hak pilih. Sing aman…yo pilih GOLPUT….memangnya para pemimpin yang sudah dipilih itu, yang tidak amanah dan menzalimi rakyat itu bisa membela kita kelak di akhirat ?
Haha… MUI aja yang gabungan dari ulama-ulama papan atas udah berijtihad harus milih, dalam rangka minimal bertanggung jawab untuk menentukan pemimpin kita…
Lah elu? Golput dengan alasan cari aman… make bilang surga dan neraka… Pengecut sekali orang Islam kalo pemikirannya kayak gini!! ckckck
Mei 21, 2009 pukul 8:12 am |
Salam kenal ichanx, terimakasih dah mampir.
Ya…saya tidak berani menentang Firman Allah dan sunnah. Memilih pemimpin yang tidak berani memperjuangkan Syariah dan Khilafah bagi saya sama juga saya ikut mengkhianati Islam.
Menurut ichanx, apakah sekarang ini ada seorang calon pemimpin peserta PEMILU di Indonesia, yang akan menerapkan Syariah ? apalagi Khilafah ?
MUI tidak akan menolong saya menghadapi pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT.
Jangankan menolong saya di akhirat kelak, di dunia saja, untuk melindungi umat dari makanan haram, terbukti gagal.
Mei 28, 2009 pukul 12:43 am |
punten mbak,… cuma lewat,…
Mei 28, 2009 pukul 3:53 am |
Mangga….teu sawios-wios ngalungkung wungkul oge, komo bari jeung mawa toge goreng mah….pasti ditampina ku abdi. Haturnuhun ah.