ii…iik…VS Allah

Dulu….ketika aku masih kanak-kanak….kalo aku merasa takut akan sesuatu (baca: syetan,  gelap, atau bunyi gelegar halilintar )….ibu selalu menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut….kan ada mama yang menemani”.

Ketika aku bersama kakakku, dan aku merasa takut, kakakkupun menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut…kan ada kakak di sini”.

Aku kecil berfikir, ” bagaimana kalau tidak ada mama dan kakak ?

Siapa yang menemani dan melindungi aku, ketika aku sendirian ?”.

Kemarin malam….Alhamdulillah…aku mendengar anakku perempuan yang berusia 3 tahun, ketika ditakut-takuti oleh abangnya yang memang suka jahil, yang menakutinya dengan ucapan, “Awas loh de Aya…ayo masuk…nanti ada ii..iik..loh…iihh..takut !”.

Adiknya menjawab, “gak ucah tatut…kan ada Awoh yang jaga ade Aya,  ii..iik..kan kalah cama Awoh”.

Anak kami biasa menyebut syetan dengan ii..iik.

Aku jadi tersenyum geli mendengarnya. Selama ini, jika anakku takut, aku menenangkannya dengan ucapan, “Gak perlu takut, karena ada Allah yang selalu menemani dan menjaga kita”.

2 Tanggapan ke “ii…iik…VS Allah”

  1. kweklina Berkata:

    sudah aktif ya ngebloknya mbak?

    Gimana kabarnya?

    Wah…kadang percakapan anak kecil, polos dan tak mengada-ngada justru bisa jadi guru buat kita.

    salam hangat selalu buat Mbak sekeluarga :)

  2. krisnov Berkata:

    Hi..Aliing…nimen hao ma ? Ya…kamu benar…kadang kita yang sudah dewasa bisa berguru pada anak kecil.

    Suamiku pernah kesal sama kucing yang suka mengganggu dan makan ikan peliharaannya dikolam kecil, terus anakku yang masih kecil komentar, “Biar aja lah pa, kucingnya lapar kali, kan ikan itu dimakan sama kucing, juga bermanfaat buat kucing itu kan”.

    Sejak itu suamiku sadar dan gak kesal lagi kalo ada ikannya yang hilang dimakan kucing, bahkan kalo ada ikannya yang mati karena sakit..suamiku sibuk mencari-cari dan memanggil kucing agar memakan ikan-ikan kesayangannya yang udah mati. He..he..he..

    Salam sayang juga untuk dirimu dan keluargamu. Cai jian !

Tinggalkan Balasan