Copy paste info Aktifitas Dakwah ESQ di Oxford University

Oktober 1, 2009

Seminar ESQ Ary Ginanjar di Oxford University

Postby mwidjoyo at yahoo.co.id » Fri May 11, 2007 4:00 pm

Seminar ESQ ARY GINANJAR di OXFORD UNIVERSITY

OXFORD UNIVERSITY :
Seminar dan Presentasi ESQ oleh Ari Ginanjar di Oxford University berjalan lancar, ini semua karena pertolongan ALLoh semata.
Mereka yang datang dari berbagai agama dan negara ( USA, UK, Denmark,
Nepal, India, South Africa, Slovenia dll serta berbagai agama hingga
atheis ) berkumpul di Oxford University membicarakan ESQ.

Umumnya Doktor dan Profesor seperti Danar Zohar dan Ian Marshall. Atas Izin Alloh akhirnya mereka mengakui Alloh, Al-Quran, Rasulullah dan Islam. Sambil menangis mereka memeluk saya. Bahkan diantara mereka sambil menangis berkata, ” Atas nama George Bush saya meminta maaf telah menganiaya Islam.”

Mereka bahkan ada yang berkata akan menyerahkan hidupnya demi perdamaian dunia bersama ESQ. Terakhir saya lantunkan Asmaul Husna…. Subhanallah mereka tertegun…..Allahu Akbar.

Saya Bahagia berjuang membela Alloh, kehormatan Bangsa dan Negara serta Agama, Dunia emas yang penuh kedamaian Insya Alloh menjadi kenyataan….. Terima Kasih atas dukungan dan doanya
Salam ESQ dari Oxford University( UK ). ARY GINANJAR.

M.Widjoyo.

Ikutan terharu dan bahagia…semoga terwujud Islam Rahmatan lilalamin. Amin Ya Rabbulalamin.


HUT RI Ke-64

Agustus 17, 2009

Image(969)Sehari menjelang hari “H”, kami sibuk mempersiapkan sepeda ke-3 anak kami untuk mengikuti lomba karnaval sepeda hias.

Seperti biasa, anak-anak mencari inspirasi melalui om Google yang baik hati, akhirnya muncullah ide untuk membuat sepeda hias dengan tema kelinci merah putih untuk anak kami yang paling kecil, kupu-kupu pelangi untuk anak kami yang paling besar, dan tang rudal merah putih untuk anak lelaki kami.

Rangkaian lomba dimulai dari pk.10.30 di depan rumahnya ibu Darwanto, kemudian ishoma (istirahat sholat dan makan siang). Makan siang bersama satu RT ini mirip dengan potlock party, tiap keluarga membawa satu jenis menu makanan atau minuman. Oh ya…makan siang tadi berlangsung di rumahnya ibu Trikoro yang sangat sejuk karena rimbunnya pepohonan.

Setelah makan siang, perlombaan dilanjutkan diakhiri dengan lomba mencari koin di dalam tepung dan mencari harta karun. Sebagai penutup adalah karnaval sepeda hias dan pembagian hadiah.

Tiara anak kami yang terkecil (3,5 tahun) juara 1 lomba nangkap ikan…hie..hie..hie….mungkin karena terbiasa membantu ayahnya menguras kolam ikan di depan rumah, dan juga juara satu lomba memakai kaos kaki, padahal belom sekolah dan gak pernah pakai kaos kaki di rumah,…tapi mungkin juga karena tahun lalu ketika tinggal di Taiwan, tiara terbiasa pakai kaos kaki sendiri di musim dingin.

Binar anak kami yang pertama, juara makan roti. Gilang anak ke-2 juara sepeda hias. Anak-anak terlihat gembira semua, begitu juga Gilang yang sehari-hari hobinya main game online.

Terimakasih ya Allah atas nikmat kemerdekaan ini, meskipun kami belum sepenuhnya merdeka dari penjajahan ekonomi bangsa asing.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan bagi bangsa ini untuk melepaskan diri dari penjajahan ekonomi bangsa asing.

Semoga Allah SWT juga memberi kekuatan hati bagi kami sekeluarga, meningkatkan iman dan ketakwaan kami dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Amin Ya Robbulalamin.


Daun Sirih dan Menstruasi

Agustus 6, 2009

imagesTadi pagi, pembantunya tetanggaku minta daun sirih untuk dijadikan obat batuk. Si bibi bilang, “Bu, minta daun sirih, tapi maaf tolong petikkan sekalian, soalnya, saya lagi menstruasi”.

“Loh, emangnya kenapa kalo lagi menstruasi ?”,  tanya saya kebingungan.

“Itu bu, katanya orang tua, kalo lagi menstruasi gak boleh metik sirih, nanti pohon sirihnya jadi mati”, si bibi menjelaskan.

“He..he..he…hebat banget perempuan yang lagi menstruasi, bisa matiin pohon sirih. Hidup dan matinya makhluk, termasuk pohon sirih ini, di tangan Allah SWT bi.”

“Saya juga lagi menstruasi, dan sudah 3 hari ini saya metik sirih, coba bibi lihat, pohon sirih ini masih segar bugar kan ? Berarti, tidak benar bahwa pohon sirih akan mati jika dipetik oleh perempuan yang sedang menstruasi. Itu cuma mitos bi, jangan di percaya, kalo kita ikut-ikutan percaya, saya kuatir jatuhnya jadi mempersekutukan Allah.”

“Iya, ya bu, tapi saya tetap takut nanti pohon sirih ibu jadi mati, kalo pohon sirih ibu mati, nanti saya repot,  gak bisa minta lagi.”

Ternyata, memang sulit untuk melepaskan kaum muslim di Indonesia dari segala mitos dan kepercayaan nenek moyang. Contohnya saja, sampai sekarang penduduk Kampung Naga di Tasikmalaya, yang mengaku muslim, tapi menjalankan solat lima waktu hanya pada hari Jum’at saja, katanya mengikuti contoh nenek moyang. Mereka begitu patuh dan taat kepada adat istiadat nenek moyang yang mereka sebut karuhun. Padahal, jelas-jelas panutan kaum muslim adalah Rasulullah Muhammad SAW.


Sekolah dan buku gratis ???

Agustus 1, 2009

imagesMemasuki tahun ajaran baru, identik dengan beli seragam baru dan buku baru. Bersyukurlah orang-orang yang tidak bermasalah dengan uang, yang dengan santai mampu membeli seragam dan buku sekolah, berapapun harganya.

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu ? Keluarga menengah kebawah yang masih sering kesulitan dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya ? Menjelang tahun ajaran baru, sudah pasti problem baru.

Biasanya, setiap tahun, kami selalu membeli buku paket dan LKS untuk 2 orang anak kami yang masih duduk di sekolah dasar,  langsung di sekolahnya, kurang lebih habis 1 juta rupiah. Kami tidak keberatan untuk membeli buku di sekolah, karena kami merasa justru diringankan tidak perlu mencari buku kesana kemari, dan biasanya setelah bagi rapot masalah pembelian buku sudah selesai, sehingga ketika akhir liburan, anak-anak kami sudah bisa mempelajari buku-bukunya, dan ketika masuk tahun ajaran baru, anak-anak sudah siap belajar dengan memakai buku-buku tsb di sekolah.

Tahun ini, semuanya begitu kacau, tidak ada kejelasan mengenai buku-buku paket yang akan menjadi pegangan guru-guru di sekolah anak kami. Ketika kami menanyakan mengenai buku tsb, pihak sekolah hanya mengatakan “Masalah buku, nanti saja, tunggu setelah masuk sekolah”.

Seminggu setelah masuk sekolahpun belum ada kejelasan mengenai buku yang harus kami beli. Memasuki minggu ke-2 barulah pihak sekolah mengatakan bahwa buku-buku sudah bisa di beli di suatu tempat yang ditunjuk oleh sekolah.

Semuanya menjadi ribet dan buang-buang waktu, serta uang lebih banyak. Kami mendapati sebuah kios kecil dadakan, yang di sewa sekitar 2 minggu sebagai tempat penjualan buku-buku sekolah. Apakah pihak sekolah dan penerbit terpaksa menempuh jalan belakang ? Sebagai akibat dari peraturan yang melarang sekolah menjual buku ?

Di kios tsb, kami harus antri membeli buku dengan menyebutkan dari sekolah mana, kelas berapa, kelas 1-6 apa, dan namanya siapa. Sesuatu yang tidak mungkin ditanyakan jika kami membeli buku di Gunung Agung atau di Gramedia misalnya. Mereka bilang, data tsb untuk laporan kepada guru masing-masing, sungguh aneh. Yang menyusahkan, ternyata, setelah antri lama, buku untuk anak kami yang kelas 6 habis, dan kami harus kembali lagi setelah ada kiriman buku.

Kami harus membayar buku paket + LKS + buku-buku yang dikeluarkan sekolah, untuk anak kami yang duduk di kelas 3, sebesar 722 ribu rupiah. Dan untuk anak kami yang duduk di kelas 6 sebesar 435 ribu rupiah.

Saya yakin, tidak semua orang tua murid di sekolah anak kami adalah keluarga mampu. Bagaimana dengan orang tua murid yang tidak mampu ? Bagaimana kabarnya dengan buku-buku gratis program bos ?

Bagaimana dengan program BSE Depdiknas, apakah cuma jadi proyek penghamburan uang negara ? Saya yakin, hanya sedikit murid/orang yang mampu mengakses buku sekolah elektronik yang disediakan Depdiknas tsb.

Kalau saja BSE dan buku Bos bisa di pakai di setiap sekolah, sungguh sangat bagus, orang tua murid tidak perlu lagi membeli buku paket.

Kalau saja pihak sekolah tidak tergiur dengan komisi buku, yang jumlahnya tidak seberapa dari para penerbit buku, pasti orang tua murid sangat mendukung program-program mandiri demi kesejahteraan para guru.

Setelah sekolah gratis diakali yaitu mengganti SPP dengan sumbangan sukarela atau SSPMP (Sumbangan Sukarela untuk Peningkatan Mutu Pendidikan, katanya) dan para guru mengadakan les tambahan dengan biaya minimal yang ditentukan sepihak, akhirnya slogan sekolah gratis dan buku gratis cuma jadi impian.

Semoga carut marut pendidikan di Indonesia cepat dibenahi.

Pendidikan murah dan bermutu adalah hak dasar setiap warga negara.


Ulama bersatu tegakkan Khilafah !

Juli 21, 2009

imagesAlhamdulillah….telah selesai dengan sukses “Muktamar Ulama Nasional”, berlangsung tadi pagi – sore, 21 Juli 2009, di Istora Senayan, Jakarta.

Muktamar dihadiri oleh 7000 ulama dari seluruh Indonesia, dan ulama HT dari seluruh penjuru bumi. Disiarkan live melalui streaming tv.

Semoga, dengan bersatunya ulama sedunia, Khilafah segera tegak di muka bumi demi kebahagiaan seluruh umat manusia. Amin.


Mukena Putih

Mei 6, 2009

munajatku

Suatu hari, anak perempuanku yang bernama Binar, sepulang sekolah, langsung bertanya, “Mama punya mukena putih polos gak ? (Perasaan, dulu generasi aku, kalau bilang tidak, bahasa gaulnya jadi enggak, sekarang lebih disingkat lagi menjadi gak…salah satu bahasa alay kah ?).

Aku menjawab, “Enggak sayang, mukena mamah putih tapi tidak polos, karena ada bordiran berwarnanya. Memangnya kenapa Bin ?”

“Disekolah ada tugas main drama. Kakak disuruh jadi setan mah, dan harus pake mukena putih”, jawab anakku yang terbiasa menyebut dirinya dengan “Kakak”, karena sebagai anak pertama, dia selalu dipanggil kakak oleh kedua orang adiknya.

“Haahh….anak mama disuruh jadi setan ? Memang gak ada cerita yang lain, selain soal setan ? Lagian, kenapa juga harus pakai mukena ? Mukena itu kan pakaian untuk sholat bagi muslim kak, bukan pakaian setan atau dipakai untuk menakut-nakuti orang.

Pokoknya mama tidak mau kamu berperan sebagai setan, apalagi bawa-bawa mukena sebagai kostum setan. Ini namanya tidak menghormati agama orang. Mama tidak setuju. Kakak harus bilang sama ibu guru, dan ketua kelompok drama. Ganti saja dengan cerita yang lain, yang lebih mendidik dan mempunyai pesan moral yang baik. Atau, kalau tidak bisa ganti cerita, pakai kostum yang lain, jangan pakai mukena.”, protesku kepada anakku.

“Iya ma, besok kakak bilang. Kakak juga sebenarnya gak mau jadi setannya kok”, jelas anakku.

Keesokkan harinya, setelah bicara dengan ibu gurunya, anakku lapor, “Mah, kata ibu guru, ceritanya bagus kok, pesan moralnya bagus yaitu supaya kita tidak jadi anak yang jahil”.

Aku jadi bengong mendengar penjelasan anakku yang kedengarannya setuju dengan pendapat ibu gurunya. “Binar, memang benar sih…sebaiknya kita tidak menjadi anak yang nakal dan jahil, tapi….untuk menasihati seseorang supaya tidak nakal dan jahil, apa perlu bawa-bawa setan ? Lebih jauh, cerita itu mengajarkan seorang anak jadi takut kepada setan. Coba binar ingat-ingat, sebagai anak muslim, apa Binar diajarkan untuk takut kepada setan ?

Setan itu musuh manusia, jadi kita sebagai manusia harus berani melawan setan. Setan itu juga makhluk ciptaan Allah. Jadi, yang patut kita takuti adalah Allah yang menciptakan setan itu.

“Iya, ya ma. Tapi, kakak boleh ganti peran kok mah. Dan kata ibu guru, kostum setannya pakai sarung aja”, jelas anakku.

Ibu guru mungkin salah satu korban sinetron yang berbau mistik, ceritanya gak jauh dari setan-setan dan klenik. Lebih parah lagi, dalam sinetron dan film-film Indonesia, suka bawa-bawa pocong, padahal pocong itu menyerupai mayat seorang muslim yang dibungkus kain kafan putih dan diikat ujung kepalanya. Ini sudah salah kaprah, memangnya muslim itu kalo mati lantas jadi pocong ? Orang mati, ya sudah mati, gak bisa berbuat apa-apa lagi.

Mengapa warna putih suka distempelkan kepada sesuatu yang menakutkan atau identik dengan wajah setan ? Padahal, warna putih biasanya dipakai sebagai jubah ibadah dan jubah tokoh agama.


Cerita Lucu Tentang Anakku

Maret 21, 2009

Waktu mau ke 7 eleven, siang itu, aku dan tiga orang anakku, berjalan santai menyeberangi apartemen, sesampainya di seberang, tiba-tiba anakku yang belum berumur 3 tahun, langsung nyeletuk ” eehh…ada motol agi boboah..”. (baca : eeh…ada motor lagi boboan/rebahan). :lol:

Hie..hie..hie….lucu ya komentarnya. kami lihat memang ada motor yang sedang diparkir di tepi jalan dalam posisi jatuh roboh ke tanah, mungkin tidak kuat doublestandardnya, atau kena tiup angin typhoon.  Pemandangan motor roboh memang sering terlihat di parkiran depan apartemen, di Taiwan.

Aku langsung mengup-date pengetahuan anakku ” Tiara, motor itu bukan sedang tidur, tetapi jatuh roboh ke tanah “.


“Pilihlah Pemimpin Budiman”, kata Arman Maulana

Maret 21, 2009

Gak sengaja tadi nonton sekilas acara “By Request” di SCTV. Ada seorang penonton yang bertanya kepada Arman Maulananya GIGI,”Kang Arman, ini kan mau pemilu, menurut kang Arman, pemimpin yang bagaimana yang harus dipilih ?”. Lantas Arman menjawab, “Pilihlah pemimpin yang budiman, yaitu pemimpin yang minimal dengan terpilihnya…ya…gak ada apa-apalah”.

He…he..he.. iya bener Man…pemimpin yang budiman….yaitu yang berbudi preman.…karena preman….pastinya kudu nyetor ke bosnya preman lagi…sampai akhirnya di negara ini betul-betul gak ada apa-apa lagi…habis semuanya…gak ada minyak bumi lagi…gak ada emas lagi, gak ada hasil laut lagi, gak ada hutan lagi, gak ada air lagi, gak ada lagi pendidikan dan pelayanan kesehatan murah, …dan gak ada moral lagi.

Kalo anda percaya adanya surga dan neraka…hati-hati dalam menggunakan hak pilih. Sing aman…yo pilih GOLPUT….memangnya para pemimpin yang sudah dipilih itu,  yang tidak amanah dan menzalimi rakyat itu bisa membela kita kelak di akhirat ?

Enggak lah yauw…tiap diri bertanggungjawab atas tiap perbuatannya sendiri-sendiri…ya termasuk perbuatan memilih dalam PEMILU.


ii…iik…VS Allah

Maret 11, 2009

Dulu….ketika aku masih kanak-kanak….kalo aku merasa takut akan sesuatu (baca: syetan,  gelap, atau bunyi gelegar halilintar )….ibu selalu menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut….kan ada mama yang menemani”.

Ketika aku bersama kakakku, dan aku merasa takut, kakakkupun menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut…kan ada kakak di sini”.

Aku kecil berfikir, ” bagaimana kalau tidak ada mama dan kakak ?

Siapa yang menemani dan melindungi aku, ketika aku sendirian ?”.

Kemarin malam….Alhamdulillah…aku mendengar anakku perempuan yang berusia 3 tahun, ketika ditakut-takuti oleh abangnya yang memang suka jahil, yang menakutinya dengan ucapan, “Awas loh de Aya…ayo masuk…nanti ada ii..iik..loh…iihh..takut !”.

Adiknya menjawab, “gak ucah tatut…kan ada Awoh yang jaga ade Aya,  ii..iik..kan kalah cama Awoh”.

Anak kami biasa menyebut syetan dengan ii..iik.

Aku jadi tersenyum geli mendengarnya. Selama ini, jika anakku takut, aku menenangkannya dengan ucapan, “Gak perlu takut, karena ada Allah yang selalu menemani dan menjaga kita”.


Masih GOLPUT aahh…

Maret 7, 2009

Pemilu 2009 sudah di depan mata. Tak satupun partai peserta pemilu yang sreg di hati, semuanya sudah terjebak pada praktek demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, ada satu partai yang masih jadi tumpuan harapan yaitu PKS, tapi akhirnya pupus sudah sejak saya mengenal seorang kader PKS yang menjadi caleg di kota Bogor. Ceritanya, waktu itu aku ikut pengajian di rumah tetangga, setelah selesai pengajian ternyata ada tambahan acara yaitu sosialisasi pemilu 2009 yang disampaikan oleh seorang kader PKS. Kader PKS ini meminta kami untuk tidak Golput dengan alasan bahwa memilih itu bukan sekedar hak tapi juga kewajiban seorang muslim. Dan dia sedikit mengintimidasi ibu-ibu dengan mengatakan bahwa, “Apakah ibu-ibu mau kalau negara kita ini seperti Nigeria, sebuah negara yang mayoritas penduduknya muslim tapi dipimpin oleh seorang presiden yang Nasrani ? Makanya, ibu-ibu harus menggunakan hak pilih ibu-ibu. Pilihlah partai berbasis agama Islam”.  He…he…he…paranoid…dan tidak masuk akal, pikirku saat itu.

Saat itu aku bertanya kepada kader PKS tsb, “Sebagai salah satu partai berbasis Islam, apakah PKS berani secara tegas memperjuangkan Syariat Islam ? Kalau berani, maka saya akan memilih PKS”.

Kader tsb nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan saya dan menjawab, “Ibu, kita kan semua tahu bahwa di Indonesia ini masih sangat banyak yang anti dengan Syariat Islam, mendengar kata Syariat Islam saja sudah takut, jadi masih perlu kesabaran dan waktu yang panjang”.

Disitulah letak perjuangannya, sebuah partai yang secara tegas memperjuangkan Syariat Islam,  sekaligus memperkenalkan dan menjelaskan tentang syariat Islam yang sesungguhnya itu bagaimana,  agar orang tidak lagi anti dan takut terhadap Syariat Islam. Tidak berjuang dalam kemunafikan dan kepura-puraan, menempuh jalan seorang pengecut dan bermuka dua.

Seperti sudah kuduga, diakhir  acara, kader tsb membagi-bagikan kerudung untuk ibu-ibu pengajian. Ehhmmm….money politic or politik kerudung neehh…meskipun aku  tahu pasti bukan cuma PKS yang melakukan hal ini..bahkan partai lain jauh lebih parah, tetapi terbukti bahwa PKS juga terjebak dalam praktek embel-embel pemilu dan demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Teringat pemilu 5 tahun yang lalu, ketika para tetanggaku sibuk memasang bendera partainya masing-masing,sampai di halaman rumah masing-masing, ada yang PAN, Demokrat, PDS, PDI, dll. Aku gak mau kalah, aku pasang bendera putih bersih dan polos…pertanda GOLPUT, tetanggaku pada heran mungkin…ini si ibu masang bendera apaan siih…bendera kematian…or bendera orang nyerah karena kalah perang ? He..he..he..

Kalo tidak ada satupun yang amanah dimataku, masak aku tetap harus memilih ? Aku punya tanggung jawab moral atas pilihanku, yang harus aku pertanggungjawabkan kelak juga di akhirat.

Bagi yang mau menggunakan hak pilihnya silahkan, bagi yang mau menggugurkan haknya alias GOLPUT juga monggo.

Selamat menentukan pilihan untuk memilih atau tidak memilih.