Mukena Putih

Mei 6, 2009

munajatku

Suatu hari, anak perempuanku yang bernama Binar, sepulang sekolah, langsung bertanya, “Mama punya mukena putih polos gak ? (Perasaan, dulu generasi aku, kalau bilang tidak, bahasa gaulnya jadi enggak, sekarang lebih disingkat lagi menjadi gak…salah satu bahasa alay kah ?).

Aku menjawab, “Enggak sayang, mukena mamah putih tapi tidak polos, karena ada bordiran berwarnanya. Memangnya kenapa Bin ?”

“Disekolah ada tugas main drama. Kakak disuruh jadi setan mah, dan harus pake mukena putih”, jawab anakku yang terbiasa menyebut dirinya dengan “Kakak”, karena sebagai anak pertama, dia selalu dipanggil kakak oleh kedua orang adiknya.

“Haahh….anak mama disuruh jadi setan ? Memang gak ada cerita yang lain, selain soal setan ? Lagian, kenapa juga harus pakai mukena ? Mukena itu kan pakaian untuk sholat bagi muslim kak, bukan pakaian setan atau dipakai untuk menakut-nakuti orang.

Pokoknya mama tidak mau kamu berperan sebagai setan, apalagi bawa-bawa mukena sebagai kostum setan. Ini namanya tidak menghormati agama orang. Mama tidak setuju. Kakak harus bilang sama ibu guru, dan ketua kelompok drama. Ganti saja dengan cerita yang lain, yang lebih mendidik dan mempunyai pesan moral yang baik. Atau, kalau tidak bisa ganti cerita, pakai kostum yang lain, jangan pakai mukena.”, protesku kepada anakku.

“Iya ma, besok kakak bilang. Kakak juga sebenarnya gak mau jadi setannya kok”, jelas anakku.

Keesokkan harinya, setelah bicara dengan ibu gurunya, anakku lapor, “Mah, kata ibu guru, ceritanya bagus kok, pesan moralnya bagus yaitu supaya kita tidak jadi anak yang jahil”.

Aku jadi bengong mendengar penjelasan anakku yang kedengarannya setuju dengan pendapat ibu gurunya. “Binar, memang benar sih…sebaiknya kita tidak menjadi anak yang nakal dan jahil, tapi….untuk menasihati seseorang supaya tidak nakal dan jahil, apa perlu bawa-bawa setan ? Lebih jauh, cerita itu mengajarkan seorang anak jadi takut kepada setan. Coba binar ingat-ingat, sebagai anak muslim, apa Binar diajarkan untuk takut kepada setan ?

Setan itu musuh manusia, jadi kita sebagai manusia harus berani melawan setan. Setan itu juga makhluk ciptaan Allah. Jadi, yang patut kita takuti adalah Allah yang menciptakan setan itu.

“Iya, ya ma. Tapi, kakak boleh ganti peran kok mah. Dan kata ibu guru, kostum setannya pakai sarung aja”, jelas anakku.

Ibu guru mungkin salah satu korban sinetron yang berbau mistik, ceritanya gak jauh dari setan-setan dan klenik. Lebih parah lagi, dalam sinetron dan film-film Indonesia, suka bawa-bawa pocong, padahal pocong itu menyerupai mayat seorang muslim yang dibungkus kain kafan putih dan diikat ujung kepalanya. Ini sudah salah kaprah, memangnya muslim itu kalo mati lantas jadi pocong ? Orang mati, ya sudah mati, gak bisa berbuat apa-apa lagi.

Mengapa warna putih suka distempelkan kepada sesuatu yang menakutkan atau identik dengan wajah setan ? Padahal, warna putih biasanya dipakai sebagai jubah ibadah dan jubah tokoh agama.


Cerita Lucu Tentang Anakku

Maret 21, 2009

Waktu mau ke 7 eleven, siang itu, aku dan tiga orang anakku, berjalan santai menyeberangi apartemen, sesampainya di seberang, tiba-tiba anakku yang belum berumur 3 tahun, langsung nyeletuk ” eehh…ada motol agi boboah..”. (baca : eeh…ada motor lagi boboan/rebahan). :lol:

Hie..hie..hie….lucu ya komentarnya. kami lihat memang ada motor yang sedang diparkir di tepi jalan dalam posisi jatuh roboh ke tanah, mungkin tidak kuat doublestandardnya, atau kena tiup angin typhoon.  Pemandangan motor roboh memang sering terlihat di parkiran depan apartemen, di Taiwan.

Aku langsung mengup-date pengetahuan anakku ” Tiara, motor itu bukan sedang tidur, tetapi jatuh roboh ke tanah “.


“Pilihlah Pemimpin Budiman”, kata Arman Maulana

Maret 21, 2009

Gak sengaja tadi nonton sekilas acara “By Request” di SCTV. Ada seorang penonton yang bertanya kepada Arman Maulananya GIGI,”Kang Arman, ini kan mau pemilu, menurut kang Arman, pemimpin yang bagaimana yang harus dipilih ?”. Lantas Arman menjawab, “Pilihlah pemimpin yang budiman, yaitu pemimpin yang minimal dengan terpilihnya…ya…gak ada apa-apalah”.

He…he..he.. iya bener Man…pemimpin yang budiman….yaitu yang berbudi preman.…karena preman….pastinya kudu nyetor ke bosnya preman lagi…sampai akhirnya di negara ini betul-betul gak ada apa-apa lagi…habis semuanya…gak ada minyak bumi lagi…gak ada emas lagi, gak ada hasil laut lagi, gak ada hutan lagi, gak ada air lagi, gak ada lagi pendidikan dan pelayanan kesehatan murah, …dan gak ada moral lagi.

Kalo anda percaya adanya surga dan neraka…hati-hati dalam menggunakan hak pilih. Sing aman…yo pilih GOLPUT….memangnya para pemimpin yang sudah dipilih itu,  yang tidak amanah dan menzalimi rakyat itu bisa membela kita kelak di akhirat ?

Enggak lah yauw…tiap diri bertanggungjawab atas tiap perbuatannya sendiri-sendiri…ya termasuk perbuatan memilih dalam PEMILU.


ii…iik…VS Allah

Maret 11, 2009

Dulu….ketika aku masih kanak-kanak….kalo aku merasa takut akan sesuatu (baca: syetan,  gelap, atau bunyi gelegar halilintar )….ibu selalu menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut….kan ada mama yang menemani”.

Ketika aku bersama kakakku, dan aku merasa takut, kakakkupun menenangkan aku dengan ucapan, “gak usah takut…kan ada kakak di sini”.

Aku kecil berfikir, ” bagaimana kalau tidak ada mama dan kakak ?

Siapa yang menemani dan melindungi aku, ketika aku sendirian ?”.

Kemarin malam….Alhamdulillah…aku mendengar anakku perempuan yang berusia 3 tahun, ketika ditakut-takuti oleh abangnya yang memang suka jahil, yang menakutinya dengan ucapan, “Awas loh de Aya…ayo masuk…nanti ada ii..iik..loh…iihh..takut !”.

Adiknya menjawab, “gak ucah tatut…kan ada Awoh yang jaga ade Aya,  ii..iik..kan kalah cama Awoh”.

Anak kami biasa menyebut syetan dengan ii..iik.

Aku jadi tersenyum geli mendengarnya. Selama ini, jika anakku takut, aku menenangkannya dengan ucapan, “Gak perlu takut, karena ada Allah yang selalu menemani dan menjaga kita”.


Masih GOLPUT aahh…

Maret 7, 2009

Pemilu 2009 sudah di depan mata. Tak satupun partai peserta pemilu yang sreg di hati, semuanya sudah terjebak pada praktek demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, ada satu partai yang masih jadi tumpuan harapan yaitu PKS, tapi akhirnya pupus sudah sejak saya mengenal seorang kader PKS yang menjadi caleg di kota Bogor. Ceritanya, waktu itu aku ikut pengajian di rumah tetangga, setelah selesai pengajian ternyata ada tambahan acara yaitu sosialisasi pemilu 2009 yang disampaikan oleh seorang kader PKS. Kader PKS ini meminta kami untuk tidak Golput dengan alasan bahwa memilih itu bukan sekedar hak tapi juga kewajiban seorang muslim. Dan dia sedikit mengintimidasi ibu-ibu dengan mengatakan bahwa, “Apakah ibu-ibu mau kalau negara kita ini seperti Nigeria, sebuah negara yang mayoritas penduduknya muslim tapi dipimpin oleh seorang presiden yang Nasrani ? Makanya, ibu-ibu harus menggunakan hak pilih ibu-ibu. Pilihlah partai berbasis agama Islam”.  He…he…he…paranoid…dan tidak masuk akal, pikirku saat itu.

Saat itu aku bertanya kepada kader PKS tsb, “Sebagai salah satu partai berbasis Islam, apakah PKS berani secara tegas memperjuangkan Syariat Islam ? Kalau berani, maka saya akan memilih PKS”.

Kader tsb nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan saya dan menjawab, “Ibu, kita kan semua tahu bahwa di Indonesia ini masih sangat banyak yang anti dengan Syariat Islam, mendengar kata Syariat Islam saja sudah takut, jadi masih perlu kesabaran dan waktu yang panjang”.

Disitulah letak perjuangannya, sebuah partai yang secara tegas memperjuangkan Syariat Islam,  sekaligus memperkenalkan dan menjelaskan tentang syariat Islam yang sesungguhnya itu bagaimana,  agar orang tidak lagi anti dan takut terhadap Syariat Islam. Tidak berjuang dalam kemunafikan dan kepura-puraan, menempuh jalan seorang pengecut dan bermuka dua.

Seperti sudah kuduga, diakhir  acara, kader tsb membagi-bagikan kerudung untuk ibu-ibu pengajian. Ehhmmm….money politic or politik kerudung neehh…meskipun aku  tahu pasti bukan cuma PKS yang melakukan hal ini..bahkan partai lain jauh lebih parah, tetapi terbukti bahwa PKS juga terjebak dalam praktek embel-embel pemilu dan demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Teringat pemilu 5 tahun yang lalu, ketika para tetanggaku sibuk memasang bendera partainya masing-masing,sampai di halaman rumah masing-masing, ada yang PAN, Demokrat, PDS, PDI, dll. Aku gak mau kalah, aku pasang bendera putih bersih dan polos…pertanda GOLPUT, tetanggaku pada heran mungkin…ini si ibu masang bendera apaan siih…bendera kematian…or bendera orang nyerah karena kalah perang ? He..he..he..

Kalo tidak ada satupun yang amanah dimataku, masak aku tetap harus memilih ? Aku punya tanggung jawab moral atas pilihanku, yang harus aku pertanggungjawabkan kelak juga di akhirat.

Bagi yang mau menggunakan hak pilihnya silahkan, bagi yang mau menggugurkan haknya alias GOLPUT juga monggo.

Selamat menentukan pilihan untuk memilih atau tidak memilih.


Obama presiden global

Nopember 6, 2008

Turut bersuka cita menyambut kemenangan Barack Husein Obama sebagai Presiden USA yang ke-44.

Semoga tidak ada lagi Amerika yang arogan dengan kebijakan Luar negerinya.

Semoga segera usai perang di Irak, Palestina vs Israel, dan Afganistan.

Semoga tidak ada lagi negara lain yang diobok-obok oleh USA.

Semoga USA bisa bersikap adil terhadap dunia Islam, dan tidak ada lagi perang terhadap Islam yang berkedok “War on Terorrism”.

Dunia bersuka cita, dunia berharap kepada Obama, presiden global, yang merepresentasikan emosi global, Obama meraih emosi Asia, karena menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, Indonesia, Asia.

Obama memenangkan  emosi Afrika, karena ayah kandungnya berasal dari Kenya, Afrika.

Obama mendapat simpati di Timur Tengah, karena nama Husseinnya.

Pendek kata Obama adalah sosok manusia yang mewakili semua, mewakili kulit hitam, tapi juga mewakili kulit putih, karena ibu kandungnya berkulit putih. Mewakili Kristen, karena beliau seorang Kristian, tapi juga mewakili Islam, karena ayah kandungnya adalah muslim.

Semoga lebur semua perbedaan, semoga tidak ada lagi diskriminasi.

Selamat bertugas Mr. President Barack Huseein Obama.

We’ll wait and see.


Selamat Idul Fitri 1429 H

Oktober 1, 2008

Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa !

Minal ‘Aidin wal Faizin,

semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah dan mendapatkan kemenangan.

Amin.


THSR

September 25, 2008

Mumpung masih di Taiwan, kami mencoba naik THSR (Taiwan High Speed Rail), penasaran seperti apa sih kecepatan kereta yang kabarnya tercepat di dunia itu ?

THSR mulai beroperasi pada tanggal 5 Januari 2007, Kereta cepat atau express trains ini kabarnya mampu menempuh jarak diatas 350 km/jam.

THSR berangkat dari kota Taipei menuju kota Kaohsiung yang jaraknya 335.50 km, ditempuh dalam waktu 90 menit, jika naik kereta konvensional butuh waktu selama 4.5 jam. Wow….hebatkan…diskon 3 jam !

Karena harga tiket yang lumayan mahal, dan sudah menjelang berbuka puasa pula, kami sengaja mencoba jalur dekat saja, dari Taipei menuju Taoyuan….he…he..he…cuma berhenti di satu stasiun di kota Panciou.…terus sampe deh di Taoyuan. Cuma 15 menit, kalo naik jalur reguler bisa makan waktu 1,5 jam.

Kirain….kecepatannya sama seperti melihat superman melesat terbang ke angkasa….ssyyuuush…ternyata sama aja kayak naik pesawat terbang….gak kerasa kecepatannya. Hie…hie..hie…yang naikdi dalam mah emang gak nyadar kalo cepat ya….coba lihatnya dari luar…mungkin seperti melihat bayangan hantu menghilang…..atau kereta hantu menghilang….hi..hie..hie……wwuussshhh. Atau memang belum mencapai kecepatan maksimalnya karena baru start dua stasiun.

Interior  THSR persis di dalam pesawat, sangat nyaman. Di kelas bisnis  disediakan makanan yang di sajikan oleh para pramugari yang cantik-cantik dan menawan. Di kelas ekonomi, yang haus bisa beli sendiri di vending machine yang tersedia.

Setelah sampai di stasiun Tao Yuan, kami melanjutkan perjalanan menuju pusat kota dengan naik bis gratis yg disediakan oleh THSR, tujuan kami ke Toys are Us, untuk membeli oleh-oleh buat keponakan cilik tercinta.

.


Lecture in Linkou Junior High School

September 22, 2008

Awalnya, Ching Wen bercerita bahwa beberapa teman sekolah anak perempuannya, Wendy, ada yang menjadi drugs user. Ching Wen yang sangat peka dengan kepentingan masa depan anak, sangat prihatin. Teringat akan kisah hidup suami saya, kemudian munculah idenya, agar suami saya memberikan semacam kuliah berbagi pengalaman hidup untuk memotivasi anak-anak tsb agar peduli dengan masa depannya.

Ching Wen, berulang kali memang mengatakan bahwa kisah hidup kami sangat bagus untuk di bagi kepada orang lain, he…he..he..katanya agar orang lain juga bisa meniru perjuangan hidup suami saya. Padahal siih…gak ada yang luar biasa tuh…..Ching Wen memang aneh.

Suami saya tidak bisa menolak, karena Ching Wen selama ini, sangat baik terhadap kami. Akhirnya, suami saya pun memberikan kuliah itu, tentu saja dalam bahasa Inggris, karena suami saya tidak bisa bahasa Mandarin. Mungkin baru kali ini, suami saya berbicara di hadapan 1000 orang, dan anak-anak SMP pula.

Suami saya terkejut, karena ternyata bosnya dari NCF, Rebecca,  juga hadir di sana, beserta 1 orang asistennya, juga Deby.  Siapa lagi yang menghubungi mereka kalau bukan Ching Wen, tetangga kami di Chang Gung Medical Village. Ching Wen juga hadir, sambil membawa seorang bayi asuhnya.

Saya ikut senang dan bersyukur, semua berjalan baik, semoga bermanfaat untuk anak-anak smp tsb. Lucunya, kepala sekolah smp tsb, Fu-Ming Tseng, memberikan sertifikat penghargaan dalam bahasa Mandarin, lengkap dengan foto suami saya, dan langsung di bingkai pula.


Praktek Membuat Mantou

September 22, 2008

Tetangga kami yang sangat baik hati, Ching Wen, mengatur acara masak bersama, dia ingin sekali mengajarkan saya membuat makanan khas Taiwan, yaitu Mantou. Ching Wen menyediakan semua alat masak dan bahan baku yang diperlukan.  Dia bilang supaya nanti di Indonesia saya dapat mengajarkannya lagi kepada orang lain, atau ketika bos suami saya yang orang Taiwan datang berkunjung ke Indonesia, maka saya dapat menyuguhinya kue Taiwan tsb. Sungguh niat yang mulia….yang sangat sulit untuk di tolak.

Sebenarnya, saya sangat ingin menolak acara itu, karena kami sedang shaum dan juga menjelaskan bahwa kami di Indonesia juga mengenal kue seperti Mantou itu, namanya Bakpau, cara membuatnya pun sama, cuma ada perbedaan sedikit pada bahan bakunya.

Kebersamaan dan kebahagian saat masak bersama itulah yang paling berharga. Kami menikmatinya. Ching Wen datang bersama dengan 3 orang temannya yang juga orang Taiwan, dan tiga orang anaknya, yaitu Wendy, Tony, dan Thomas, juga ada 4 orang anak kecil, diantaranya bernama Franky yang pandai berbahasa Inggris, padahal baru kelas 3 SD, serta 1 orang Indonesia, namanya Wiwid, yang bekerja sebagai TKW di sini. Mereka semua orang-orang yang baik dan menyenangkan.

Untungnya, saya pas tidak shaum, jadi dapat ikut mencicipi. Mungkin Ching Wen lupa, kalo kami sedang shaum Ramadhan. Kasihan anak-anakkami, cuma bisa ngiler melihat anak-anak yang lain, menikmati suguhan kami, untungnya mereka tidak menyadari kalo anak kami tidak ikut makan dan minum.

Kebetulan, teman kami, ibu Lie, baru tiba 3 hari yang lalu dari Indonesia, dan memberi oleh-oleh daging rendang serta emping, sekalian saja kami suguhkan, siapa tahu cocok dengan lidah orang Taiwan, sayang….ternyata mereka kurang begitu suka karena rasanya yang terlalu pedas. Tapi, kelihatannya mereka sangat menyukai ayam goreng Indonesia masakan kami. He…he..he..lucu juga suasananya.